Buru Pelaku Perusakan Fasum

Lima anak jalanan diamankan di kantor Dinas Sosial OKU. Tim yang terdiri dari Dinas Perkim OKU, Dinsos OKU, dan Sat Polpp OKU menargetkan penangkapan pelaku perusakan fasilitas umum alias fasum. Foto: Ist. (*)

OKU – Lima orang anak jalanan (anjal) digelandang ke Dinas Sosial OKU, dua hari lalu. Lima remaja tersebut terjaring razia gabungan yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Sosial OKU, dan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman OKU.

“Razia ini menargetkan pelaku perusakan fasilitas umum (fasum). Sekalian razia anak jalanan,” ujar Kasat Polpp OKU Agus Salim melalui Kabid Trantib Sofyan, kemarin (23/6).

Lima remaja ini, sambung Sofyan, diamankan di tempat terpisah. Sebagian sedang memainkan alat musik dan sebagian sedang bersantai. Meskipun target pelaku perusakan belum ditemukan saat razia kemarin, namun petugas sedikit puas.

“Pelakunya bukan mereka. Tapi, mereka siapa yang merusak fasilitas umum ini,” tambahnya.

Selain di taman kota, petugas gabungan juga mendatangi taman Sempadan Ogan III. Di kawasan ini, petugas tidak menemui anak jalanan. Namun petugas kaget melihat kondisi di taman ini.

“Di bawah Jembatan Ogan III ada kamar yang dibuat alakadarnya untuk tidur,” terang Sofyan. Saat ini, tempat tersebut sudah dibongkar oleh petugas.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman OKU H Aulia Mahdi melalui Kabid Kawasan Permukiman H Mujaim menjelaskan, kerusakan fasilitas umum tidak hanya terjadi di taman kota, tapi juga di taman Jembatan Ogan III.

“Di taman Jembatan Ogan III, lampu dengan kabel dicuri orang serta fasilitas bermain dirusak,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial OKU Syaiful Kamal M Epid didampingi Kasi Rehsos Penyandang Disabilitas Mulyadi menambahkan, enam orang anjal tersebut merupakan wajah lama. “Ada satu dari OKU Selatan, tapi sudah lama tinggal di Baturaja,” tandas Mulyadi. (stf)