Akui Pembangunan Tak Maksimal

Pembangunan jembatan yang putus di desa Markisa. Foto: Herli Yansah/Oku ekspres. (*)

OKU – Pembangunan desa yang dibiayai Dana Desa di desa Markisa, kecamatan Lubuk batang dimulai. Pelaksanaan pembangunan tersebut dihadiri Camat Lubuk Batang Helni Purnanengsih SE, Kapolsek Lubuk Batang AKP Ujang Abdul Azis, serta perangkat desa.

Kades Markisa Johan Safari mengatakan, pembangunan di desanya pada tahun ini memang tak banyak. Apalagi Dana Desa tahap pertama ini nyaris habis untuk penanganan Covid -19 dan BLT-DD.

“Pembangunan fisik hanya 2 titik. Yakni pembangunan drainase di depan Taman Pendidikan Alquran (TPA) serta pembangunan jembatan  plat decker yang menjadi jalan arteri di desa,” ujar Johan.

Dijelaskannya, pembangunan jembatan di desa tersebut memang sangat diperlukan. Jembatan di desa ini ambruk pada Desember 2019 lalu. “Jembatan ini sangat berperan karena warga selalu melintasi jembatan ini untuk mengangkut hasil produksi pertanian di desa. Sedangkan untuk drainase di depan TPA juga perlu dibangun karena air hujan selalu masuk ruangan belajar TPA karena belum ada saluran air,” jelasnya.

Johan melanjutkan, di 2020 ini, tak banyak yang bisa dilakukan. “Dari pencairan Dana Desa I kemarin hanya cair 40%. Pencairan tersebut dilakukan beberapa kali. Anggaran itu sudah terpakai untuk bantuan BLT. Jadi terpaksa hanya membiayai pembangunan yang kecil- kecil dulu,” lanjut Johan.

Informasi yang ia terima bakal ada perpanjangan penyaluran dana BLT-DD hingga September mendatang. “Kalau itu benar, otomatis kita akan kembali mengurangi Dana Desa karena akan digunakan sebagai BLT-DD. Saat ini kita masih menunggu kejelasan kabar tersebut dari pemerintah,” katanya. (lee)