Jalan Mitra Ogan Ditutup Warga

Masyarakat menutup akses jalan Mitra Ogan wilayah Kecamatan Semidang Aji. Foto : Ist. (*)

OKU – Lantaran diduga telah melanggar perjanjian kerjasama kemitraan perkebunan sawit dengan pemilik lahan di sembilan desa di Kecamatan Semidang Aji, akses jalan menuju areal perkebunan PT Mitra Ogan di desa Keban Agung, Kecamatan Semidang Aji, ditutup pemilik lahan dari sembilan desa di kecamatan tersebut.

Sembilan desa tersebut yakni Tanjung Kurung, Batang Hari, Sukamerindu, Padang Bindu, Panggal-panggal, Keban Agung, Tubohan, Kampung, dan Raksa Jiwa.

“Dulu pemilik lahan dijanjikan akan mendapatkan bagi hasil sebagai konvensi berupa kebun plasma setelah dikurangi rawa dan jalan kebun. Sejak penyerahan lahan sampai tahun 2020 ini, Mitra Ogan belum menyerahkan bagi hasil yang diperjanjikan. Yang ada hanya janji dengan berbagai alasan,” ucap koordinator aksi, Yunizar.

Selain menutup jalan, massa juga melarang segala kegiatan operasional perusahaan perkebunan tersebut sampai dengan waktu yang tidak ditentukan. “Kami menuntut bagi hasil yang layak (40 – 60), sesuai dengan perjanjian aturan perkebunan,” tukas Yunizar.

Selain menuntut bagi hasil, pemilik lahan juga meminta kepada Mitra Ogan segera menyelesaikan pembayaran gaji para pekerja dari Kecamatan Semidang Aji yang belum dibayar. Kalau tuntutan ini tidak diindahkan, masyarakat akan melakukan pengambilalihan lahan. “Sampai ada kesepakatan jelas hitam diatas putih yang dihadiri unsur kepala desa dan Tripika,” tukas Yunizar.

Fakhrudin, salah satu pemilik lahan dan atas nama petani kelapa sawit, ia sepakat atas aksi masyarakat yang menutup operasional Mitra Ogan, sekaligus menuntut Mitra Ogan bertanggung jawab atas lahan yang diserahkan. “Kami bersama petani menutup lahan perkebunan ini sampai batas waktu tak ditentukan atau sampai ada penyelesaian dari Mitra Ogan,” tukas Fakhrudin. (bet)