Tukang Servis Arloji Tewas di Kontrakan

Jasad Mantari ditutupi kain batik. Saat ditemukan, jasad pria 65 tahun itu tanpa busana. Foto : Mustofa/Oku Ekspres. (*)

OKU – Mantari ditemukan tewas di kontrakannya di RT 10 kelurahan Talang Jawa, kecamatan Baturaja Barat, kemarin (21/6). Pria 65 tahun tersebut ditemukan warga telah terbujur kaku di atas tempat tidurnya sekitar pukul 09.00 WIB.

Mantari diketahui meninggal di kontrakan berukuran 2 meter x 2,5 meter setelah warga mendobrak pintu kontrakan Mantari. Warga terpaksa mendobrak karena melihat Mantari sudah tak bernyawa.

“Pintu kontrakan terpaksa didobrak karena pintu dikunci dari dalam. Dari jendela, Mantari sudah kelihatan wafat,” ujar Tio, warga setempat yang mendobrak pintu depan kontrakan Mantari.

Pemuda 23 tahun ini menceritakan, sebelum Mantari ditemukan tewas, tetangga Mantari mencium aroma menyengat dalam beberapa hari terakhir. “Aroma tak sedap itu kadang tercium, kadang tidak,” kata Tio.

Awalnya, warga menduga, bau tersebut berasal dari bangkai tikus atau hewan lainnya. Kemarin pagi, Tio diminta untuk mencari sumber bau tersebut. “Saya cari hingga naik atap rumah. Tidak ketemu juga,” sambungnya.

Dirinya kemudian diminta melihat rumah yang dihuni Mantari. Hal ini didasarkan karena Mantari sudah tiga hari terakhir tidak terlihat. Sehari-hari, Mantari dikenal sedikit tertutup dengan warga sekitar. Di samping itu, lampu rumah menyala kontrakan Mantari sejak tiga hari terakhir.

“Sempat saya lihat dari jendela beberapa saat. Ternyata Pak Wo (sebutan Mantari) berada di tempat tidurnya, tanpa busana. Tubuhnya menghitam dan tak bergerak,” jelas Tio.

Sutarno, warga lainnya mengatakan, Mantari tinggal di rumah kontrakan milik Noto Utomo baru setengah tahun. “Ia tinggal di kontrakan ini secara gratis. Sehari-hari, Mantari merupakan tukang servis arloji di Pasar Atas,” jelasnya.

Sementara itu, Marzuki yang merupakan ketua RT 10 mengatakan, Mantari sudah lama tinggal di kawasan tersebut. Namun selalu pindah tempat. Marzuki mengatakan, warga meminta jenazah Mantari dievakuasi ke rumah sakit. “Karena di sini tidak ada keluarganya,” terangnya.

Mantari alias Pak Wo berasal dari Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Ia sudah merantau di Kabupaten OKU sejak 1977. Selama ini, Mantari tinggal sendirian.

Sementara Itu Kapolres OKU AKBP Arif H Ritonga SIK.MH melalui Kapolsek Baturaja Barat AKP Marwan mengatakan, jenazah Mantari dievakuasi ke RSUD Ibnu Sutowo Baturaja. “Karena permintaan keluarga, jenazah Mantari tidak divisum,” lanjut Marwan.

Namun, sambung Marwan, menurut keterangan beberapa warga sekitar, Mantari memiliki riwayat sesak nafas. “Diduga korban meninggal karena sakit. Menurut warga korban memiliki riwayat sesak nafas,” pungkas Marwan. (stf/lee)