Gerhana Matahari Tak Terlihat

Matahari di langit Kabupaten OKU terlihat sangat sempurna. Padahal berdasarkan prediksi Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Kabupaten OKU bisa melihat gerhana matahari cincin sebagian. Foto: Mustofa/Oku Ekspres. (*)

OKU – Gerhana Matahari Cincin atau GMC berlangsung, kemarin (21/6). Sayangnya, gerhana di Kabupaten OKU tidak terjadi. Padahal berdasarkan daftar yang dirilis Stasiun Meteorologi SMB II, Kabupaten OKU salah satu dari 16 kabupaten/kota di Sumatera Selatan yang bisa melihat gerhana matahari sebagian.

Pukul 14.20 WIB kemarin, mendung sempat menutup matahari. Tapi saat jadwal gerhana dimulai, awan gelap menghilang. Meski masih tertutup awan tipis, matahari terlihat jelas.

Sayangnya, gerhana di Kabupaten OKU tidak terlihat. Stasiun Meteorologi SMB II Palembang memprediksi gerhana di Kabupaten OKU terjadi pukul 14.31 WIB, puncaknya 15.04 WIB, dan berakhir pada 15.36 WIB. Matahari bersinar terang hingga pukul 16.40 WIB.

Beberapa remaja juga menunggu gerhana matahari sebagian tersebut. Bahkan mereka sempat bertanya kepada wartawan koran ini. “Jadi idak gerhana kak?” tanya remaja sambil melihat ke matahari yang menyorot terik.

Ganjur, warga perumahan Kibang, tidak melihat gerhana seperti yang diberitakan. “Jangan-jangan besok (hari ini) gerhananya,” sarannya. 

Untuk diketahui, gerhana matahari terlihat di 16 kabupaten/kota di Sumatera Selatan. Diantaranya, Kota Palembang, Lubuklinggau, Rupit, Muara Beliti, Tebing Tinggi, Pagaralam, Lahat, Muara Enim, Sekayu, Talang Ubi, Muaradua, Baturaja, Prabumulih, Martapura, Pangkalan Balai, Indralaya dan Kayu Agung.

Sedangkan durasi gerhana matahari paling singkat terjadi di Muaradua (17 menit 58 detik), Kota Pagaralam (26 menit 37 detik), dan Kabupaten Lahat (39 menit 32 detik). (stf)