FP Yudisium 28 Orang Mahasiswa

Pengalungan gordon dilakukan secara simbolis oleh Dekan Fakultas Pertanian Unbara Dr Ir Gribaldi M.Si pada Yudisium XXIV, Sabtu (20/6) kemarin. Foto: Ari/oku ekspres. (*)

OKU – Fakultas Pertanian (FP) Universitas Baturaja (Unbara) kembali melantik 28 sarjana baru pada Yudisium XXIV. Yudisium tersebut digelar di gedung auditorium Unbara pada 20 Juni pagi.

Yudisium yang digelar di tengah pandemi Covid-19 ini, Fakultas Pertanian Unbara menerapkan protokol kesehatan. Dimana para mahasiswa tidak didampingi orang tua, menggunakan masker, pemeriksaan suhu tubuh, dan penyemprotan disinfektan sebelum memasuki gedung. Hal tersebut dilakukan agar seluruh peserta yang hadir terhindar dari penularan virus Covid-19.

Di hadapan 26 mahasiswa program studi Agroteknologi dan 2 mahasiswa program studi Agribisnis tersebut, Dekan Fakultas Pertanian Dr Ir Gribaldi M.Si mengatakan, meskipun tak dapat didampingi orang terdekat, namun makna yudisium tak berkurang.

“Yudisium ini sebagai penanda berakhirnya masa belajar di kampus. Selanjutnya ada belajar yang sesungguhnya. Dimana pengabdian kepada masyarakat yang lebih utama sebagai tanggung jawab atas gelar sarjana yang diemban,” ujar Gribaldi.

Ditambahkan Gribaldi, menjadi sarjana pertanian dan alumni Universitas Baturaja harus bangga. Selain sudah terakreditasi B  dan mampu bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lainnya, sarjana pertanian juga sudah banyak diterima kerja di perusahaan nasional maupun internasional, serta menjadi pelaku usaha di bidang pertanian.

Pada yudisium XXIV ini Fakultas Pertanian Unbara ada mahasiswa asal Korea Selatan yang menempuh pendidikan S1 jurusan Agroteknologi. Menurut Gribaldi, mahasiswa luar negeri yang kuliah di Fakultas Pertanian Unbara menunjukan fakultas pertanian adalah lembaga pendidikan yang cukup memadai.

” Kwon Yung Kyu adalah mahasiswa asal Korea, ia memilih kuliah di Indonesia dan Unbara di fakultas pertanian. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan tinggi ini semakin baik dan dipercaya masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Rektor Universitas Baturaja Ir Lindawati MZ MT mengungkapkan,