Enam Kecamatan Rawan Karhutlah

Peralihan musim hujan ke kemarau diprediksi bakal terlambat. Musim hujan diprediksi masih terjadi terjadi hingga akhir Juli mendatang. Kendati demikian, BPBD OKU mulai mengimbau masyarakat untuk siaga karhutlah. Foto: Mustofa/Oku Ekspres. (*)

OKU – Kabupaten OKU masuk peta potensi rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah). Selain OKU, ada sembilan kabupaten/kota lainnya yang juga dinilai rawan karhulaah. Yaitu Muba, Banyuasin, OI, OKI, Muara Enim, PALI, OKU Timur, Musi Rawas, dan Musi Rawas Utara.

Badan Meteorologi Klematologi Geofisika (BMKG) Sumsel memprediksi karhutlah tahun ini tidak separah karhutlah tahun lalu. “Musim kemarau tahun ini tidak terlalu kering sehingga masih ada lahan gambut yang basah,” ujar Kepala BMKG Sumsel Nuga Putratijo saat Rapat Koordinasi Karhutla Wilayah Sumsel.

BMKG memprediksi, musim kemarau bakal telat datang. Musim kemarau, sambung Nuga, diprediksi datang pada Agustus atau September. Namun puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Agustus.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Amzar Kristopa mengatakan, ada enam kecamatan yang memiliki potensi karhutlah cukup tinggi.

Enam kecamatan itu adalah Lengkiti, Pengandonan, Semidang Aji, Sosoh Buay Rayap, Lubuk Batang, dan Kedaton Peninjauan Raya. “Data ini berdasarkan karhutlah tahun lalu,” jelas Amzar. Sebagai antisipasi, pihaknya menyebar imbauan ke masyarakat, patroli rutin, serta jika ada kebakaran diupayakan secepatnya dipadamkan. “Petugas pemadam kebakaran insya Allah siaga 24 jam,” tandasnya. (stf)