Yudisium FISIP Terapkan Protokol Kesehatan

Dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Baturaja menggelar yudisium XVI, kemarin (16/6). Foto: Ari/oku ekspres. (*)

OKU – Perasaan haru bercampur sedih dirasakan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Baturaja pada yudisium XVI tahun ini. Para orang tua mahasiswa tak dapat mendampingi mahasiswa mengikuti yudisium tersebut akibat pandemi Covid-19.

Yudisium offline tersebut  terpaksa dilakukan oleh kampus orange (sebutan Unbara red) agar yudisium tersebut tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Meski demikian, para orang tua masih bisa melihat proses yudisium yang disiarkan langsung  melalui media sosial.

Selain tak ada orang tua yang mendampingi, proses yudisium offline yang dilakukan Universitas Baturaja juga menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat. Para peserta yudisium harus menggunakan masker, wajib mencuci tangan, dan disemprot disenfektan sebelum masuk lokasi yudisium. Selain itu, tempat duduk mahasiswa dan dosen juga diatur dengan jarak satu meter dan memangkas sejumlah mata acara.

Dekan FISIP Universitas Baturaja Dra Umi Rahmawati M.Si mengungkapkan, meski proses yudisium dilakukan secara offline, namun tidak mengurangi makna yudisium itu sendiri.

“Kita sama sama memaklumi kondisi saat ini, meski perasaan sedih karena orang tua tak bisa mendampingi langsung, namun yakinlah proses ini menjadi gerbang kesuksesan para mahasiswa,” ujar Umi.

Mantan Ketua KPUD OKU ini juga berterima kasih kepada orang tua mahasiswa yang sudah mempercayakan FISIP Unbara sebagai lembaga untuk menempah ilmu bagi anak dan keluarga. Dua progam studi yang sudah terakreditasi B sudah mencetak ribuan alumni FISIP Unbara dan dapat bersaing dengan alumni perguruan tinggi lainnya.

“Alumni kita sudah diterima di berbagai lapangan pekerjaan dan bersaing dengan perguruan tinggi lainnya. Kita semua berharap lulusan saat ini tak hanya bisa bersaing di era industri 4.0 namun juga dapat menyiptakan peluang,” ujar Umi.

Sementara itu, Rektor Universitas Baturaja Ir Lindawati MZ  MT mengungkapkan, yudisium FISIP merupakan yudisium pertama yang dilakukan secara offline dengan memenuhi standar protokol kesehatan Covid-19 ketat. Meskipun merasa sedih namun hal ini dilakukan untuk kebaikan bersama.

“Kita memohon maaf jika pelayanan kami selama ini kurang nyaman dan kami juga berterima kasih kepada orang tua yang sudah mempercayakan lembaga kami untuk pendidikan anak dan keluarga,” ujar Lindawati.

Linda juga berpesan agar para alumni tetap menjaga nama baik almamater, berjuang untuk menciptakan peluang serta membantu masyarakat dengan ilmu yang dimiliki.

“Tugas belajar anda di kampus mungkin selesai, namun proses belajar dan kembali ke masyarakat baru di mulai. Berbuatlah untuk  membantu masyarakat,” pesan Lindawati. Yudisium XVI tahun 2020 ini, FISIP Universitas Baturaja meyudisium 85 mahasiswanya. Terdiri dari 34 mahasiswa dari program Studi Ilmu Komunikasi dan 51 dari program Studi Ilmu Pemerintahan. (apk)