Produksi Turun, Harga Mulai Naik

Petani sedang menyadap getah karet di kecamatan Lubuk Raja. Foto: gunawan/oku ekspres. (*)

OKU – Menjelang musim kemarau, produksi getah karet sudah mulai berkurang. Fenomena ini selalu terjadi setiap tahun di awal musim kemarau. Menjelang musim kemarau, pohon karet mulai menggugurkan daun untuk beradaptasi dengan lingkungan dan cuaca.

Penurunan produksi getah karet dan daun yang gugur ini sedang terjadi di seluruh kebun karet di kecamatan Lubuk Raja. Kondisi ini tidak bisa diatasi oleh petani karena kejadian ini bersifat alami setiap memasuki musim kemarau.

“Hal ini terjadi secara alami,” ucap Panut, seorang petani karet di desa Battuwinangun, kemarin (16/6). Ia mengakui, produksi getah karet sudah mulai berkurang. sebelumnya, luas kebun karet 1 hektar bisa menghasilkan 100 kg getah kini hanya menghasilkan 90 kg getah karet.

Penurunan produksi getah karet ini akan terus terjadi hingga musim kemarau berakhir. Walaupun beberapa hari ini terjadi turunnya hujan, namun hal ini tidak mempengaruhi pohon karet untuk menggugurkan daun.

Produksi getah karet turun namun mempengaruhi harga getah karet. Saat ini, harga getah karet mengalami kenaikan. Sebelumnya harga getah karet Rp4.500/kg, saat ini mencapai Rp6.000/kg. Kanaikan harga ini dipicu kadar air getah berkurang. walaupun harga getah karet naik, namun petani menilai hal ini bukanlah sesuatu yang luar biasa. “Saat musim hujan, harga turun. Saat musim kemarau, harga jadi naik,” tegas Panut. (gun)