Pembangunan RSUD Telan Rp58 M

Dua pekerja proyek mengecet pagar seng pembangunan gedung rumah sakit milik pemerintah ini. Foto: Mustofa/Oku Ekspres. (*)

OKU – Setelah tertunda selama tiga tahun, pembangunan RSUD Ibnu Sutowo Baturaja dimulai. Pembangunan RS plat merah ini ditandai dengan titik nol pada 31 Mei lalu. Lokasi pembangunan RSUD ini sudah dipagar keliling menggunakan seng.

Kepala Dinas PU PR OKU Chandra Dewana mengatakan, pembangunan RSUD ini dikerjakan oleh PT MAM. PT MAM merupakan pemenang tender yang dilakukan secara terbuka dan online oleh Pemerintah Kabupaten OKU beberapa waktu lalu.

Pembangunan di RSUD, kata Chandra, meliputi gedung UGD dua lantai dan lima lantai gedung ruang inap. “Dana pembangunan RSUD mencapai Rp 58 miliar dari APBD OKU tahun ini,” ucapnya.

Chandra  memprediksi, pembangunan RSUD akan selesai pada akhir November atau awal Desember tahun ini. “Pada 2021 mendatang, gedung tersebut sudah bisa digunakan,” tegas Chandra.

Seiring dengan pembangunan gedung RSUD ini, warga pun mempertanyakan arus lalulintas di Jln Dr M Hatta (depan RSUD). “Apakah arus lalulintas akan diubah seperti rencana tahun sebelumnya atau tetap,” tanya Aal, warga desa Tanjung Baru, kemarin (2/6).

Menurut dia, jika arus lalu lintas diubah seiring pembangunan RSUD, dirinya meminta agar dibuka akses menuju Bakung. “Kalau mau rekayasa atau penutupan jalan depan RSUD, perempatan Kankemenagg dibuka agar bisa ke arah Bakung supaya tidak terlalu jauh memutar kendaraan,” imbuhnya.

Kepala Dishub OKU Firmansyah memastikan tidak ada perubahan arus lalu lintas selama proses pembangunan RSUD berlangsung. “Hanya ada pengaturan lalu lintas saat kendaraan proyek keluar/masuk kawasan pembangunan RSUD,” ujar Firmansyah. (din/stf)