ASN Terima BLT, Anggota BPD Dikeroyok

Pelaku pengeroyokan terhadap Indra saat pembagian dana BLT – DD. Foto: dok Polsek Peninjauan (*)

OKU – Selisih paham pembagian bantuan langsung tunai (BLT) di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya (KPR) beberapa waktu lalu berbuntut panjang.

Selisih paham itu berujung pada pengeroyokan Indra Sandi (30), warga desa Rantau Panjang oleh Iin Irawan (35) dan Kardin (49) yang juga warga desa Rantau Panjang.

Kapolres OKU AKBP Arif H Ritonga SIK.MH melalui Kapolsek Peninjauan Iptu Hamid mengungkapkan, pengeroyokan terjadi di kantor desa Rantau Panjang saat pembagian BLT Dana Desa berlangsung. “Ada selisih paham mengenai nama penerima bantuan itu,” ujar Hamid.

Ia menceritakan, kejadian tersebut berawal saat rapat desa sebelum dana BLT Dana Desa disalurkan kepada warga. Ternyata ada seorang guru yang merupakan ASN didaftarkan sebagai penerima oleh Indra.

Indra yang merupakan korban pengeroyokan juga merupakan anggota BPD desa Rantau Panjang. “Saat pembagian berlangsung, warga dan kades menanyakan alasan ASN bisa dapat BLT Dana Desa. Akhirnya kades meminta bantuan untuk ASN tersebut dibatalkan,” cerita Hamid.

Keputusan ini diprotes Indra. “Akibatnya terjadi cekcok antara Indra dan pelaku (Iin Irawan yang merupakan bendahara desa). Cekcok ini berujung pada pengeroyokan terhadap Indra oleh Iin dan kawan-kawan,” lanjutnya.

Karena tak senang, Indra melakukan visum atas luka lebam di mata kiri serta bengkak di kepala. Setelah itu, ia melaporkan kejadian itu ke Polsek Peninjauan dengan nomor lapor Polisi No: LP- B/16/V/2020/Sumsel/Oku/Sek. Pnj tgl 28 Mei 2020.

“Atas laporan tersebut, Polsek Peninjauan memanggil para pelaku yang merupakan perangkat desa Rantau Panjang. Alhamdulillah mereka kooperatif dan datang ke Polsek. Polisi kemudian menahan para pelaku pengeroyokan,” kata Hamid. (lee)