Tertekan saat Idul Fitri

Rumah DE masih tertutup karena ia masih menjalani isolasi mandiri di rumah pasca diperbolehkan pulang beberapa hari lalu. Foto: Herli Yansah/okuekspres. (*)

OKU – DE (30), adalah pasien positif corona. Pria yang merupakan pasien nomor 10 ini menjalani isolasi di hotel Baturaja sejak 26 April. Satu bulan kemudian, ia dinyatakan sehat oleh RSUD Ibnu Sutowo Baturaja. Ia pun pulang pada 29 Mei setelah mengantongi surat pernyataan sehat dari Covid – 19 dari pemerintah.

DE mengisahkan, awalnya ia dijemput petugas menggunakan ambulance pada 26 April lalu. Saat pulang, ia juga diantar petugas ke rumahnya. Saat itu, ia bersama pasien lainnya yang berinisial T pada 29 Mei.

Selama menjalani isolasi di rumah sakit darurat yang merupakan hotel Baturaja (26 April-29 Mei), ia menjalani dua kali tes swab.

“Awalnya saya kaget melihat kondisi ruangan yang hanya ada tempat tidur di Hotel Baturaja. Namun, lama-kelamaan saya bisa terbiasa dengan keadaan tersebut,” tutur pria yang menjalani isolasi selama 33 hari tersebut.

Selama tiga minggu awal menjalani isolasi, ia sama sekali tak bisa keluar kamar. Kondisi ini benar – benar membosankan. “Bahkan berjemur sinar matahari pun dilarang oleh petugas. Untuk makan, menunya cukup bervariasi dan sehat. Para pasien juga diberi vitamin. Makanan dan vitamin hanya diletakkan oleh petugas di depan pintu kamar, lalu pasien yang mengambilnya,” kenang DE.

Ia mengakui, tak ada kegiatan yang bisa dilakukan DE dan pasien lain yang diisolasi. Beruntung pemerintah memberi jaringan internet yang bisa mereka gunakan. “Untuk menghibur diri, kita bernyanyi menggunakan ponsel atau menonton YouTube agar tidak jenuh,” gumamnya.

Di hari ke 11 isolasi, ia menjalani tes swab pertama. Namun DE sempat kecewa karena hasil tes swab tidak diberitahukan kepada dirinya. “Tes swab pertama (8/5) kemudian tes kedua (15/5). Namun kami tidak diberitahu hasil tes itu. Pada 29 Mei, pasien diperbolehkan pulang. Saya kaget mendengar kabar tersebut,” terang DE.

Selama menjalani isolasi, ia lebih banyak beribadah. Bahkan saat Idul Fitri kemarin, ia didaulat menjadi imam salat Ied di Hotel Baturaja. “Yang salat Id hanya beberapa orang. Pasien yang ada di hotel meminta saya jadi imam. Saya juga tidak tahu kenapa,” ucap DE.