Warga Blokade Tiga Blok

Warga tutup jalan masuk blok J dusun Purwodono saat Idul Fitri kemarin. Foto: ist. (*)

OKU – Setelah salat Idul Fitri atau salat Id, umat muslim biasanya bersilahturahmi ke rumah tetangga dan keluarga. Namun pada tahun ini, cara silaturahmi sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Cara lain yang dilakukan adalah memblokade desa atau dusun.  Sehingga tak sembarang orang bisa keluar masuk wilayah ini. Blokade yang dilakukan warga ini dilakukan agar masyarakat dari luar tidak masuk ke desa ataupun dusun.

Salah satu desa yang diblokade warga adalah desa Batumarta II. Seusai melaksanakan salat idul Fitri, masyarakat langsung menutup pintu gerbang yang dilengkapi tulisan Mohon Maaf Tidak Menerima Tamu Dari Luar.

“Kami sepakat tidak menerima tamu dari luar dusun untuk lebaran ini,” ucap Lasto, salah satu warga dusun Blok J di desa Batumarta II. Penutupan jalur masuk desa ini sebagai langkah siaga karena situasi yang tak menentu saat ini.

Lasto mengatakan, blokade ini merupakan inisiatif warga yang berkordinasi dengan perangkat dusun Purwodono.

Penutupan gerbang jalan masuk tidak hanya dilakukan di blok J, namun ada dua blok lagi yang ditutup. “Yaitu Blok I dan Blok KL,” ucap kades Batumarta II Wardi. Ia menjelaskan, blokade ini sesuai dengan anjuran perintah agar warga tetap di rumah. Wardi menjelaskan, warga masih bisa silaturahmi ke keluarga selama keluarganya berada di satu blok yang sama. (gun)