Imbau Pedagang dari Baturaja tak Berjualan

Salah satu pedagang yang berasal dari Baturaja menerima surat imbauan dari pengelola pasar Gotong Royong. Foto: gunawan/oku ekspres. (*)

OKU – Dampak peningkatan jumlah kasus corona di kota Baturaja memicu kekhawatiran di kecamatan lain. Khususnya terhadap warga yang datang dari kota Baturaja.

Salah satunya pasar Gotong Royong unit II Batumarta. Pasar kalangan yang dibuka 2 kali dalam sepekan ini menerbitkan imbauan pedagang yang berasal dari kota Baturaja tidak diperbolehkan untuk berjualan di pasar kalangan hari ini. Imbauan itu disebar petugas pada 15 Mei kemarin.

Pasar kalangan Gotong Royong buka setiap Senin dan Jumat. Pasar ini banyak dikunjungi warga dari tujuh desa yang ada di kecamatan Lubuk Raja dan sekitarnya. Pedagang dari kota Baturaja pun mempertanyakan kebijakan ini.

Salah satunya Sarno. Pria 40 tahun ini adalah seorang pedagang obat herbal. “Imbauan ini tidak adil. Seolah-oleh orang Baturaja penyebab virus ini menyebar,” kata Sarno sambil mengemas dagangannya seusai menerima imbauan tersebut.

Menurutnya, jika seorang pedagang sakit dan tidak boleh berdagang, hal itu dimaklumi. “Tapi sudah peraturan pengelola, ya mau gimana lagi. Keputusan ini tidak berdasarkan musyawarah dengan pedagang, keputusan ini adalah keputusan sepihak,” ungkap Sarno.