Sakit Anak Kambuh, Nyawa Ibu Melayang

Nyarito yang diamankan warga usai menghabisi nyawa ibu kandungnya. Foto: ist. (*)

OKU – Betapa tragis nasib Jani. Wanita renta yang berusia 63 tahun tersebut melayang ditangan anak kandungnnya, Nyarito. Pria 21 tahun tersebut menghabisi hidup ibunya saat Jani tengah tertidur lelap. Sontak, pembunuhan keji ini membuat gempar warga desa tersebut pada 12 Mei, sekitar pukul 23.00 WIB.

Kades Espetiga Al Azhari menjelaskan, penganiayaan itu dilakukan Nyarito menggunakan palu. Palu tersebut dihantam ke kepala Jani. Jani pun berteriak. “Warga yang mendengar jeritan Jani berdatangan ke rumah Jani untuk menolongnya. Warga pun berupaya membawa Jani ke RSUD Ibnu Sutowo Baturaja,” ujar Azhari.

Usai menyelamatkan Jani, keluarga bersama warga langsung memasung Nyarito. “Pemasungan ini dilakukan agar Nyarito tidak membahayakan orang lain. Apalagi Nyarito punya riwayat gangguan jiwa dan pernah dirawat di RS Ernaldi Bahar Palembang selama satu tahun pada 2015 silam,” ucap Azhari.

Meski Nyarito sudah keluar dari RS Ernaldi Bahar 3 tahun lalu, namun penyakitnya masih sering kambuh. “Saat penyakitnya kambuh, ia (Nyarito) mengamuk tanpa penyebab yang jelas,” lanjutnya.

Kendati sudah mendapat pertolongan, nyawa Jani tak bisa diselamatkan. Jani sempat dirawat di RSUD selama satu hari. “Jani sudah dimakamkan di TPU desa Espetiga sekitar pukul 23.00 WIB,” tutup Azhari.

Terpisah, Kapolres OKU AKBP Arif H Ritonga SIK MH melalui Kapolsek Peninjauan Iptu Hamid mengatakan, polisi sudah mengamankan barang bukti dan meminta keterangan sejumlah saksi. “Barang bukti yang diamankan adalah sebuah palu,” ujar Hamid.

Dijelaskan Hamid, Nyarito adalah anak kandung dari Jani. “Namun mengalami gangguan jiwa, sakitnya masih sering kambuh, dan menganiaya orang tuanya,” papar Hamid. Kasus penganiayaan yang menyebabkan Jani meninggal dunia tidak diproses hukum karena pihak keluarga ikhlas dan menyatakan tidak membuat laporan polisi. “Saat ini pelaku sudah dipasung oleh keluarga agar tidak menganiaya orang lain,” pungkas Hamid. (lee)