Pengunjung Pasar Bakal Makin Ramai

Suasana Pasar Atas pukul 14.00 WIB kemarin, masih cukup ramai. Pada Maret lalu, ramainya pasar hanya berlangsung hingga pukul 11.00 WIB. Karena kunjungan pasar meningkat, warga meminta Dinas Kesehatan OKU menempatkan petugas medis untuk mengecek kesehatan pedagang dan pembeli. Foto: Mustofa/Oku Ekspres. (*)

OKU – Kekhawatiran warga benar-benar terjadi. Ya, dua pekan lalu, saat jumlah kasus corona di Kabupaten OKU berada 10 kasus. Dalam beberapa waktu, jumlah tersebut tak berubah. Warga pun cenderung abai.

Bahkan dua pasar di kota Baturaja yang sempat lengang dipadati pembeli. Mendekati hari raya Idul Fitri, aktifitas jual beli semakin meningkat. “Yang dikhawatirkan klaster (kelompok) baru muncul. Yang terbaru ada 15 kasus transmisi lokal. Apa tidak takut penularan terjadi di pasar?” tanya seorang petugas medis.

Apalagi menjelang hari raya, potensi pemudik di tengah kerumunan pasar, cukup besar. “Saya yakin masih banyak warga yang nekat mudik walaupun pemerintah melarang. Dikhawatirkan, pemudik dari zona merah belanja ke pasar. Akibatnya jumlah pasien covid bisa jadi nambah lagi,” pesannya.

Wawan, warga sekitar Pasar Atas menyarankan Dinas Kesehatan OKU agar menempatkan petugas medis di dua pasar di kota Baturaja. Hal ini untuk mencegah penyebaran virus di pasar.

“Sejauh ini belum ada posko di Pasar Atas dan Pasar Baru, termasuk menempatkan petugas medis yang memeriksa. Penempatan petugas ini untuk antisipasi karena dekat lebaran, kunjungan warga ke pasar semakin ramai,” saran pemilik toko pakaian ini.

Jubir Satgas Covid 19, Rojali SKM tidak bisa berbuat banyak tentang langkah antisipasi penyebaran wabah di dua pasar tersebut. “Ini masukan yang akan ditindaklanjuti. Apalagi jelang lebaran, kunjungan pasar jelas melonjak,” ujar Rojali seusai konfrensi pers. (stf)