Banjir Rendam Puluhan Desa di Tiga Kabupaten

Banjir yang terjadi di kecamatan Ulu Ogan. Foto: ist. (*)

OKU – Pada akhir pekan kemarin, bencana alam berupa banjir dan tanah longsor terjadi di tiga kabupaten. Yaitu OKU, OKU Timur, dan OKU Selatan. Akibatnya, puluhan desa terendam banjir akibat luapan tiga sungai utama di tiga kabupaten ini.

Di Kabupaten OKU, bagian ulu sungai Ogan di kecamatan Ulu Ogan meluap. Hal ini dipicu oleh hujan deras yang turun di Bukit Barisan di kecamatan ini sejak Jumat malam. Pada Sabtu (9/5) sejak pukul 15.30 WIB, kecamatan Ulu Ogan direndam banjir. “Banjir mulai terjadi pukul 17.00 WIB. Desa Kelumpang yang lebih dulu banjir,” ujar Ari, warga setempat.

Di desanya, sejumlah fasilitas umum digenangi air bercampur lumpur. Yakni, Masjid Istiqamah, sekolah Ibtida’iyah Muhammadiah, serta beberapa rumah penduduk.

Diki, warga desa Gunung Tiga menjelaskan, penyebab banjir di kecamatan Ulu Ogan akibat meluapnya dua aliran sungai utama di desa ini. Yakni, sungai Kepayang dan sungai Ogan Kanan. “Kalau dua sungai ini meluap, berarti hujan di gugusan bukit barisan deras,” terangnya.

Camat Ulu Ogan Yan Kurniawan menyebutkan, banjir sudah surut di hari yang sama sekitar pukul 21.00 wib. “Sekitar pukul 21.00 WIB, air sudah tidak menggenangi rumah warga,” jelas Yan.

Banjir yang terjadi kurang dari lima jam itu sempat merendam lima desa yang berada di dataran rencah. Yakni desa Kelumpang, Gunung Tiga, Ulak Lebar, Belandang, dan Pedataran.

“Dari laporan warga, banjir merendam masjid, gedung sekolah, gedung desa, sawah, dan pemukiman warga yang berada di pinggir sungai,” ungkapnya.

Sementara dampak banjir, bukan saja merendam pemukiman penduduk. Tapi juga merusak jaringan listrik. Akibatnya, hingga siang kemarin, suplai listrik masih belum normal.