Dua Hari, Longsor Tutupi Jalan

Sebuah batu besar yang menutup badan jalan poros kecamatan Ulu Ogan berhasil dihancurkan pada Sabtu petang. Proses evakuasi batu besar ini dilakukan selama dua hari. Foto : Ist. (*)

OKU – Jalur utama di kecamatan Ulu Ogan yang sempat putus karena tertutup batu besar berhasil dibuka. Batu yang cukup besar tersebut menutupi jalan di talang Seluai karena longsor.

Peristiwa itu pertama kali diketahui seorang sopir travel yang hendak menuju Baturaja sekitar pukul 02.00.WIB. Penyebabnya, kontur tanah tebing labil pasca hujan sejak 30 April petang.

“Hujan turun sampai pagi. Rintiknya (hujan) masih turun sampai pukul 08.00 wib,” ujar Aldi, warga desa Gunung Tiga.

Pria 22 tahun itu mendapat kabar tersebut dari rekannya yang berkebun di sekitar titik longsor. “Suasana malam sangat hening. Suara gemuruh tanah longsor terdengar dengan jelas. Tapi baru pada pagi hari ketahuan ada longsor (1/5),” jelasnya.

Selain batu besar yang berukuran lima meter, tanah tebing dan batuan kecil juga menutup jalan utama yang meghubungkan kecamatan Ulu Ogan dan kecamatan Pengandonan. Warga pun sempat bingung karena jalur tersebut tak bisa dilalui kendaraan, kecuali berjalan kaki.

“Untuk kendaraan harus melewati Simpang Imam. Tapi jaraknya lumayan jauh, sekitar satu jam baru bisa sampai ke jalan raya,” sambungnya. Kecamatan ini memiliki dua jalur untuk menuju jalan raya atau Jl Lintas Sumatera. Yakni, simpang Ogan (simpang Ulu Ogan) dan Simpang Imam.

Namun, simpang Ogan paling sering digunakan warga karena jarak tempuhnya pendek. “Kalau Simpang Imam, jalannya bagus, tapi banyak tanjakan,” ungkap Aldi.