Ada 23 Ribu KPM Baru

Seorang pedagang mainan beristirahat di bawah pohon di tepi jalan. Dampak wabah corona yang menjangkiti masyarakat dunia, sangat dirasakan. Khususnya, warga yang berpendapatan harian. Sebab, sejak wabah terjadi, mereka nyaris tidak mendapatkan uang. Kondisi ini membuat negara turun tangan memberi bantuan. Baik berupa uang tunai maupun sembako. Foto : Mustofa/Oku Ekspres. (*)

OKU – Pendataan Keluarga Penerima Manfaat atau KPM di Kabupaten OKU sebagai dampak Covid 19 masih berlangsung. Apalagi, Dinas Sosial OKU mendapat kuota tambahan KPM dari pemerintah pusat.

“Penambahan kuota ini untuk Bantuan Sosial Tunai atau BST. Jadi harus mendata KPM baru, bukan memverifikasi atau memvalidasi,” ujar Kepala Dinas Sosial OKU Syaiful Kamal M Epid didampingi Kabid Pemberdayaan Fakir Miskin (PFM) H M Kholik S Pd MM, kemarin (28/4).

Berdasarkan data terbaru, KPM BST di Kabupaten OKU mencapai 25.827 KK. Sementara data awal KPM BST hanya 2.230 KK. Artinya, sambung Kholik, ada tambahan 23.597 KK yang harus didata baru.

“2.230 KK sudah diverifikasi dan validasi, tidak ada masalah. Tapi ada penambahan 23.597 KK yang harus didata lagi sebagai KPM baru. Ini kuota tambahan dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Soal verifikasi, validasi, dan penambahan data KPM baru, kata Kholik, diserahkan kepada pemerintah kelurahan dan desa. Alasannya pemerintah kelurahan dan desa lebih mengetahui kondisi warga, khususnya ketua RT.