Dari Jakarta, T Meninggal

OKU TIMUR – Baru tiga hari dikampung T (23), warga Kecamatan Belitang Jaya meninggal dunia. Meski belum dipastikan meninggal karena Virus Corona. Namun pemakanan jenazah dilakukan sesuai dengan protokol Covid-19.

T yang diketahui bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Jakarta Selatan tiba di kampungnya pada Jumat (24/4) dalam kondisi badan batuk pilek dan demam. Kemudian oleh Kepala Desa bersama Anggota Babinsa dan Bhabin Kamtibmas disarankan diisolasi mandiri di rumah orang tuanya terhitung mulai Jumat, 24 April 2020.

Lalu pada Senin 27 April 2020 sekira pukul 02.30 WIB korban meninggal dunia yang diduga terinfeksi virus corona di rumah orang tuanya di Desa Argomulyo, Kecamatan Belitang Jaya. Selanjutnya pihak RSUD OKU Timur langsung melakukan protokol Covid-19 terhadap jenazah korban hingga proses pemakamannya di Pemakaman Umum Desa Argomulyo.

Kepala Dinas Kesehatan OKU Timur H Zainal Abidin SSIT didampingi Sekretaris Yakub ketika dikonfirmasi membenarkan adanya warga yang meninggal dunia dan ditangani sesuai protokol Covid-19. 

“Untuk saat ini kita belum bisa memastikan apakah korban positif corona atau tidak. Namun untuk antisipasi memang korban dilakukan pemakaman sesuai protokol Covid-19. Sebelumnya korban memang baru pulang dari Jakarta dan menderita sakit batuk filek dan demam,” ujarnya.

Selanjutnya, seluruh keluarga korban menurut Zainal sudah dilakukan isolasi dalam rumahnya sambil menunggu penanganan/pengecekan pihak medis. “Seluruh pihak keluarga dan sejumlah orang yang pernah melakukan kontak dengan korban sudah kita lakukan isolasi, jumlahnya ada 22 orang,” jelas Zainal.

Sementara, Camat Belitang Jaya, Yuni Haryanto saat dikonfirmasi via WhatsApp membenarkan informasi yang beredar tersebut. Namun, dirinya mengatakan belum mengetahui dan masih menunggu hasil laboratorium untuk kepastian penyebabnya.

“Benar (meninggal, red) dan sudah dimakamkan sesuai SOP Covid-19 sekira pukul 07.30 WIB oleh tim medis di TPU Desa Argomulyo. Statusnya ODP. Untuk hasil pemeriksaan menunggu hasil laboratorium. Untuk selanjutnya silahkan konfirmasi ke Dinkes,” ujarnya singkat. (awa/inz)