Penjaga Kebun Tewas di Pondok

OKU – Marno, seorang warga desa Lontar, kecamatan Muara Jaya, ditemukan tak bernyawa. Bahkan saat ditemukan, kondisi tubuhnya sudah mulai rusak dan mengeluarkan aroma tak sedap yang menyengat.

Sebelum ditemukan tak bernyawa, pria yang ditemukan di pondok milik Sukanda tersebut tak diketahui keberadaannya sejak 20 April lalu. Temuan Marno ini membuat geger warga desa Lontar pada 24 April lalu sekitar pukul 19.30 WIB.

Kapolres OKU AKBP Arif H Ritonga SIK MH didampingi Kapolsek Muara Jaya AKP Mardin mengatakan, penemuan mayat Marno tersebut berawal dari kecurigaan Defri yang sejak empat hari terakhir tak melihat Marno di desa Lontar. Menurut keterangan istri Defri, Yuni (28), ia pernah melihat Marno muntah di simpang jembatan desa Lontar pada 20 April sekira pukul 07.00 WIB.

“Akhirnya Defri mengajak Suwandi (43), Mahmud (53), dan Chandra (48) yang merupakan warga desa yang sama untuk mencari Marno,” ujar Mardin. Saat sedang mencari Marno, keempat pria tersebut melintas di dekat pondok kebun milik Sukanda.

Tiba-tiba mereka mencium aroma tak sedap yang sangat tajam. “Empat orang warga tersebut mendekati pondok milik Sukanda,” kata Mardin. Seketika itu, empat warga tersebut melihat sesosok mayat pria dengan posisi tubuh terlentang tanpa busana. Keempatnya mengenali mayat itu adalah Marno.

Mengetahui orang yang dicari sudah menjadi mayat, Defri cs bergegas pulang dan melapor kepada kades Lontar. Sekitar pukul 19.30 WIB, Kades Lontar menghubungi Polsek Pengadonan.

Mendapat laporan penemuam mayat, Kapolsek Pengandonan AKP Mardin bersama beserta anggota piket, Puskesmas Muara Jaya, kades, dan beberapa warga menuju ke pondok milik Sukanda yang berjarak sekitar 1 km dari desa. “Sebagian tubuh Marno sudah rusak saat ditemukan,” lanjut Mardin.

Setelah diidentifikasi, tubuh Marno dievakuasi ke RSUD Ibnu Sutowo Baturaja guna dilakukan visum . “Berdasarkan hasil visum, petugas tidak menemukan tanda kekerasan di tubuh Marno,” tegasnya.

Sementara itu, Kades Lontar Amran mengatakan, Marno bukan warga asli Desa Lontar. Marno merupakan warga datangan dari Lampung. “Namun sudah berdomisili di Desa Lontar sekitar lima tahun terakhir, dengan pekerjaan terakhir menjaga kebun milik Syarifudin yang tinggal di Baturaja,” ujar Arman. (lee)