Tiga Hari, Gelar Pasar Murah

Petugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan OKU menggelar pasar gula murah di kantor. Hal ini dilakukan untuk menanggulangi mahalnya harga gula di pasar. Foto: mustofa/oku ekspres. (*)

OKU – Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan OKU, kemarin (21/4), didatangi warga. Penyebabnya, selama tiga jam (08.00-11.00 wib), dinas tersebut menjual gula pasir dengan harga murah.

“Disperindagkop menjual gula dengan Harga Eceran Tertinggi (HET),” ujar Kepala Disperindagkop OKU Lukmanul Hakim didampingi Kasi Pengendalian Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Octa Lilyandi ST.

Dijelaskannya, harga gula yang dijual cukup terjangkau karena berkaitan program pasar murah yang digelar Bulog Subdivre IV OKU untuk mengantisipasiinflasi harga gula di pasar.

“Sampai saat ini harga gula di pasar dijual Rp17 ribu/kg-Rp20 ribu/kg. Nah di pasar murah dihargai Rp12.500/kg,” sambungnya.

Meskipun banyak warga yang tertarik karena harga murah, pihaknya membatasi penjualan gula 2 kg/orang. Penjualan kemarin, Disperindag menyiapkan 300 kg gula pasir.

“Total keseluruhan gula yang dilepas Bulog sebanyak 20 ton. Tapi disebar di 13 kecamatan se Kabupaten OKU. Penjualan gula pasir ini tidak dilakukan secara serentak. Penjualan hari ini masih tersisa 75 kg, dan ini dijual besok (hari ini),” sambung Octa.

Pasar murah digelar selama tiga hari (21-23 April). Untuk penjualan hari ini, pihaknya sudah memesan 100 kg beras, 25 kg daging, 40 liter minyak goreng, dan 20 kg terigu. “Nanti saat Ramadan, pasar murah juga digelar ketika Bulog memiliki persediaan sembako,” ungkapnya.

Penjualan gula kemarin disengaja digelar di Kantor Disperindagkop OKU untuk menghindari kerumuman pembeli. Awalnya pasar murah akan digelar di pasar. “Di kantor bisa diterapkan social distancing. Selain itu pembeli diharuskan mencuci tangan sebelum membeli gula,” tandasnya. (stf)