Sah, Pasar Bedug Ditiadakan

Kawasan taman kota yang bisanya menjadi lokasi pasar bedug setiap Ramadan. Tahun ini, pasar bedug ditiadakan seiring belum redanya wabah corona di Kabupaten OKU. Foto: Mustofa/Oku Ekspres. (*)

OKU – Pemerintah Kabupaten OKU resmi meniadakan pasar bedug selama Ramadan tahun ini. Kepastian tersebut terungkap pada selebaran yang ditandatangani Bupati OKU H Kuryana Azis dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Paisol Ibrahim.

Meski bercap biru dan ditandatangani, masyarakat masih sangsi dengan surat edaran bernomor:  412/175 / XXXI/2.1/2020, tentang pembatalan pasar bedug selama Ramadan 1441 H/2020 di Kabupaten OKU tersebut.

Gek hoax (bohong) pulo edaran itu. Pastikan lagi. Soalnyo banyak nian kabar beredar selama corona,” ujar Rian, warga kelurahan Talang Jawa, kemarin (21/4). Sebenarnya, tahun ini dirinya sudah berencana akan berjualan di pasar bedug. Namun, ketidakjelasan informasi belakangan ini membuatnya ragu.

“Sempet pengen jualan di pasar bedug. Tapi, caknyo jualan di rumah bae. Biarlah dapat untung dikit,” katanya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM OKU Paisol Ibrahim dikonfirmasi terkait beredarnya pengumuman itu membenarkan. “Benar, dan bukan Hoax (bohong). Pasar bedug ditiadakan karena sebagai pencegahan dan pemutusan mata rantai penyebaran virus covid 19,” ujarnya.

Disinggung mengenai sanksi jika masih ada pedagang yang menggelar lapak, dirinya mengarahkan ke Satuan Polisi Pamong Praja. “Kalau penertiban, sepertinya itu kewenangan Sat Pol PP,” tandasnya. (stf)