Pabrik Tutup, Harga Jagung Merosot

Petani sedang menjemur jagungnya yang baru dipanen. Foto: gunawan/okuekspres. (*)

OKU – Jelang panen jagung, petani jagung kurang bersemangat. Pasalnya harga jagung yang sudah dipanen turun tajam dari harga panen sebelumnya. Saat ini, petani lebih memilih menjual jagung basah kepada pengepul.

Salah satu petani di desa Batumarta I, Kecamatan Lubuk Raja, telah memanen jagung di lahan 8 hektar. Jagung yang dipanen tersebut dijemur untuk dikeringkan. Pada panen sebelumnya, harga jagung basah Rp3.000/kg. Namun sekarang, harga jagung basah Rp1.800/kg. “Harga jagung sekarang sangat murah,” ucap Aman, petani jagung di desa Batumarta I, kemarin (15/4).

Harga ini terpaksa diterima oleh petani karena sudah tidak ada lagi pengepul yang membeli jagung. Hal ini disebabkan pabrik pengelola jagung di beberapa daerah tutup karena adanya pandemi covid-19. “Oleh karena itu, petani terpaksa menjual jagung dengan harga murah,” kata Aman.

Tidak hanya jagung basah yang murah, harga jagung kering juga turun. Sebelumnya, harga jagung kering Rp3.500/kg. Kini harga jagung kering untuk pakan ternak dihargai Rp2.500/kg. Aman menjelaskan, bila petani tak menjual jagung ke pengepul, maka petani akan mengumpulkan jagung tersebut. “Setelah pabrik kembali buka, petani baru menjual jagung ke pengepul,” pungkasnya. (gun)