Corona Turunkan Harga Jagung

LUBUK BATANG – Dampak pandemi corona tak hanya berimbas kepada harga karet. Harga jagung kering pun ikut turun cukup signifikan. Dari pantauan OKU EKSPRES, saat ini petani jagung memasuki musim panen raya.

Seperti dikatakan salah satu petani jagung di desa Lubuk Batang Lama kecamatan Lubuk Batang, Jus Imani. Jus mengaku, harga jagung di tingkat petani di desa Lubuk Batang Lama berkisar Rp3000/kg.

Padahal menurutnya, pada musim panen periode sebelumnya, harga jagung kering di desanya mencapai Rp5.000/kg. “Selain harganya yang murah, petani juga banyak yang gagal panen akibat banjir dari luapan sungai Ogan beberapa waktu lalu,” beber Jus.

Pria yang juga menjabat kades ini menyebutkan, di desa Lubuk Batang Lama, seharusnya saat panen raya seperti ini hasil jagung bisa mencapai hingga 200 ton.

“Biasanya bisa mencapai 209 ton. Karena di desa ini masyarakat rata – rata telah memiliki kebun jagung. Namun karena banjir kemarin, banyak yang gagal panen. Itu mengurangi dari hasil panen kali ini,” katanya.

Ditambahkan Jus, saat ini mau tak mau petani menjual panen jagungnya ke pengepul dari luar daerah walau dengan harga yang rendah. “Walau murah terpaksa dujual demi memenuhi kebutuhan hidup. Apalagi alasan para tengkulak tersebut cukup masuk akal. Katanya pabrik yang membeli murah,” tambahnya. Saat ini petani jagung di desa Lubuk Batang Lama sudah sebagian yang selesai panen. Namun sebagian lagi masih dalam proses penuaan jagung. “Petani masih cari informasi barangkali ada yang sanggup beli jagung dengan harga yang agak tinggi,” pungkas Jus. (lee)