Dua Pemuda Bersimbah Darah

OKU – Karena tersinggung saat meminta rokok, dua pemuda dan seorang petani di desa Mendala, kecamatan Peninjauan terlibat bentrok yang disertai pembacokan. Peristiwa berdarah itu terjadi di jalan Desa Mendala, antara Desa Mendala dan Desa Karang Dapo, Kecamatan Peninjauan, pada 6 April lalu sekitar pukul 14.00 WIB.

Korbannya adalah pelajar Dona Romanza (18), warga dusun V Desa Bindu, kecamatan Peninjauan serta seorang mahasiswa Hendri Yadi (18), warga desa Lunggaian, kecamatan Lubuk Batang. Sementara pelaku pembacokan adalah Albert Sulistiawan (21), warga desa Mendala, kecamatan Peninjauan.

Kapolres OKU AKBP Arif H Ritonga SIK.MH didampingi Kapolsek Peninjauan Iptu Hamid mengatakan, perkelahian tiga orang tersebut berawal ketika Albert sedang dalam perjalanan ke kebun dengan mengendarai sepeda motor.

Saat di lokasi kejadian, Albert bertemu dengan Dona dan Hendri. Albert pun meminta rokok kepada salah satunya. Namun permintaan tersebut ditolak. Setelah itu, salah satu korban menyuruh Albert pergi.

Namun kata Hamid, Albert tersinggung dengan ucapan salah satu korban yang menyuruhnya pergi. “Dari ketersinggungan itu, terjadilah adu mulut hingga adu otot,” kata Hamid.

Karena pertarungan tak seimbang, Albert sempat berlari dari danau yang berada di ulu desa Mendala hingga ke depan pemakaman desa Mendala. Namun Dona dan Hendri terus mengejar.

“Setelah Albert berlari sejauh hampir 2 km, ia mencabut pisau dan menyerang salah satu korban secara membabi buta. Melihat temannya dibacok, temannya berniat menolong. Namun naas, ia juga ikut menjadi korban pembacokan Albert,” ujar Hamid.