OKU Belum Zona Merah

OKU – Masyarakat OKU kembali geger dua hari lalu. Pasalnya beredar screen shot hasil konfirmasi covid 19 per 5 April Sumatera Selatan.

Di dalam lampiran tersebut, tertulis dua nama warga OKU berjenis kelamin perempuan. Keduanya berisnisial EY dan Ro. Satu warga berusia 54 tahun, dan warga lain berusia 61 tahun dengan konfirmasi SARCOV-2. Bahkan warga yang berusia 61 tahun dikabarkan adalah orang yang dikenal di Kabupaten OKU.

Kontan saja masyarakat bertanya-tanya. Khususnya mereka yang pernah kontak dengan wanita 61 tahun. Warga ini pun sempat bertanya kebenaran kabar yang beredar di WhatsApp Group (WAG).

Tidak hanya di WAG, di facebook justru muncul status OKU Zona Merah. Hal ini justru membuat warga semakin cemas. Apakah benar OKU zona merah untuk kasus covid 19.

Juru bicara Satuan Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid 19 OKU, Rozali SKM MM membenarkan dua warga Kabupaten OKU tersebut dinyatakan positif covid 19. “Benar. Hari ini (kemarin) kita sudah menerima surat dari Dinkes Sumatera Selatan tentang konfirmasi dua warga OKU,” ujar Rozali melalui pesan singkat.

Dua warga ini, sambung Rozali, sudah melakukan isolasi rumah secara mandiri di Palembang. Sementara kediaman rumah dua warga ini sudah disemprot disinfektan. Dirinya juga membantah Kabupaten OKU dinyatakan zona merah. “Belum (zona merah), masih zona kuning,” singkatnya.

Petang kemarin beredar video petugas menyemprot disinfektan di tempat usaha salah satu wanita yang dinyatakan positif corona tersebut. Para petugas mengenakan APD lengkap.

Selain itu, rumah salah seorang pegawai tempat usaha wanita tersebut juga disemprot disinfektan. Rumah pegawai tersebut berada di salah satu kelurahan di kecamatan Baturaja Timur.

Tak hanya itu, penyemprotan cairan disinfektan dilakukan di seluruh jalan dan halaman rumah penduduk yang ada di dalam Dusun Baturaja. “Penyemprotan hari ini (kemarin) dilakukan Dinkes OKU,” ucap tokoh masyarakat lingkungan tersebut.

Penyemprotan kemarin adalah yang kedua kalinya. Yang pertama dilakukan secara swadaya oleh masyrakat.

Sementara itu, pengamat sosial Kabupaten OKU Hendra Alfani mengatakan, kondisi ini harus menjadi perhatian masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah Kabupaten OKU melalui Gugus Tugas Penanganan Covid – 19 mesti bergerak cepat dan masif melakukan pemantauan, pencegahan dan penanganan ancaman meluasnya wabah Covid – 19.

“Seluruh potensi dan kekuatan mesti segera dikerahkan secara terstruktur, masif dan sistematis, agar wabah ini tak terus meluas dan suspect terpapar/terinfeksi tak lagi bertambah,” ucap Hendra.