Karet Murah, Motor Dijual

Petani memajang sepeda motor di bengkel untuk dijual. Foto: gunawan/oku ekspres. (*)

OKU – Sejak harga getah karet turun, petani harus memutar otak untuk memenuhi kehidupan sehari-hari keluarga. Selain bekerja serabutan, ada juga anggota keluarga petani yang pergi keluar desa untuk bekerja.

Kesulitan ekonomi yang dihadapi petani mengharuskan menjual harta benda hanya untuk bisa membeli beras. Salah satunya petani di unit 1. Mereka harus menjual kendaraan roda dua mereka yang biasa digunakan membawa hasil pertanian.

Mamad salah satunya. Ia bersama temannya sudah menempatkan sepeda motornya di depan bengkel milik Lasiman di desa Batuwinangun. “Terpaksa jual motor untuk kebutuhan sehari-hari,” ucap Mamad saat duduk dengan warga sekitar yang juga sama menjual sepeda motornya, kemarin (26/2).

Harga karet saat ini antara Rp5.500-Rp6.000/kg. Kondisi ini membuat petani karet mendapat upah yang lebih sedikit dari biasanya. Ia mengatakan, harga tersebut dibagi tiga. Yaitu untuk pemilik kebun, biaya produksi, dan petani. “Dengan harga segitu, berapa lagi upah yang didapat,” ungkap Mamad.

Saat musim hujan seperti ini, petani akan banyak libur apabila hujan turun. Hal ini karena produksi getah karet akan berkurang. Oleh karena itu, para petani terpaksa menjual sepeda motor untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Di bengkel Lasiman terlihat ada tiga unit sepeda motor. Satu unit sepeda motor ditawarkan antara Rp2 juta sampai Rp5 juta. Ia berharap, sepeda motornya laku terjual dan bisa untuk memenuhi kebutuhan hidup untuk beberapa bulan mendatang. “Selain itu, semoga harga getah karet bisa naik,” tegas Mamad. (gun)