Panen Duku Turun Drastis

Tumpukan peti buah duku yang siap dikirim ke pulau Jawa. foto: Herli Yansah/Oku Ekspres. (*)

OKU – Sangat disayangkan, beberapa  tahun terakhir, panen buah duku di Kabupaten OKU cenderung menurun. Seperti diceritakan Budin, warga desa Lubuk Batang Lama, kecamatan Lubuk Batang ini.

Ia mengaku kebun duku miliknya di tahun ini hanya berbuah sedikit. “Jauh sekali menurun hasilnya dibandingkan dengan hasil beberapa tahun lalu. Biasanya buah duku di kebun saya itu dijual secara borongan ke pemborong yang datang dari luar kota. Jika dipanen sendri bisa dapat hingga 100 peti (Satu peti berisi 14-15 kg dengan harga per peti Rp125 ribu). Namun sekarang boro – boro dijual borongan, maksimal hanya cukup untuk makan sendiri,” ujar Budin.

Menurut Budin, ada beberapa faktor yang menurutnya menyebabkan panen duku tahun ini berkurang. “Pohon duku banyak yang mati. Sudah beberapa tahun ini pohon duku mati satu per satu. Namun saya juga tidak mengetahui penyebab pohon duku itu mati,” ujarnya.

Selain itu, Budin mengatakan, ada faktor lain yang menyebabkan buah duku berkurang. “Saat berbunga, bunga buah sangat banyak. Namun karena musim kemarau panjang, bunganya rontok. Hanya sedikit yang menjadi buah dan kecil – kecil. Padahal, duku di daerah Lubuk Batang, Kartamulya sampai Kepayang terkenal besar-besar,” ujarnya lagi.

Hal sama juga dikatakan Jum. Ia mengungkapkan, buah duku tahun ini jauh berkurang dibanding tahun lalu. “Sangat berkurang dibanding tahun lalu. Saat ini untuk mengirim buah duku ke luar pulau (pulau Jawa), kita membeli duku hingga ke desa Durian, Bindu hingga ke Saung Naga (kecamatan Peninjauan),” ujar Jum. Dikatakan Jum, harga duku di tingkat petani saat ini Rp140 ribu/peti. “Ini tergolong mahal karena duku sedikit. Namun kemungkinan akan ada buah susulan karena saat masuk musim hujan, pohon duku ada yang berbunga lagi,” pungkas Jum. (lee)