MT Rekayasa Penculikan Dirinya

Konferensi pers digelar Polres OKU terkait berita penculikan seorang anak di kelurahan Sukajadi, dua hari lalu. Konferensi pers kemarin dihadiri Kabag Ops Kompol M Ginting (ketiga dari kiri) dan ibu MT Fauzianah (kedua dari kiri). Foto: Herli Yansah/oku ekspres. (*)

OKU – Kabar penculikan bocah SD menghebohkan kota Baturaja dua hari lalu. Korbannya adalah MT. Bocah 11 yang tinggal di Lr Yusuf, kelurahan Kemalaraja, kecamatan Baturaja Timur.  

Namun kemarin, kabar yang telah beredar luas di media sosial dipastikan adalah berita hoax alias berita bohong. Hal ini disampaikan Kapolres OKU AKBP Tito Travolta Hutauruk melalui Kabag Ops Kompol M Ginting saat konferensi pers di Polsek Baturaja Timur, kemarin (17/2).

“Kejadian sebenarnya adalah anak ini (MT) diberi uang Rp5.000 oleh ibunya untuk infak di masjid ketika akan salat Dzuhur. Namun uang itu hilang. MT pun takut dimarahi karena uang tersebut hilang. Ia tidak berani pulang,” kata Ginting di hadapan wartawan.

Agar tak dimarahi ibunya, MT mengarang cerita ia diculik oleh dua orang tak dikenal. Kedua orang misterius tersebut disebut MT mengendarai mobil hitam. Ketika diculik, kata Ginting, mulut MT dibekap dengan kain dan dibawa ke arah jembatan layang Sukajadi.

“Saat di sekitar jembatan layang, mobil penculik berhenti untuk beli rokok. Saat itulah MT mengaku berhasil kabur menyelamatkan diri,” ujar Ginting.