Otak Pelaku Pembunuhan Taksol Divonis Hukuman Mati

Ketua Majelis Hakim Efrata Happy Tarigan Pengadilan Negeri (PN) Palembang Klas 1A Khusus Sumsel, Kamis (13/2/2020) siang menjatuhkan vonis hukuman mati Akbar. foto : edho/sumeks.co

Palembang – Akhirnya Ketua Majelis Hakim Efrata Happy Tarigan  Pengadilan Negeri (PN) Palembang Klas 1A Khusus Sumsel, Kamis (13/2/2020) siang menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap terdakwa Akbar Al Faris alias Atuk, yang merupakan otak pembunuhan terhadap driver taksi online (taksol) Ki Agus Sofyan (43) pada 29 Oktober 2018 lalu.

“Menimbang dan meyakinkan bahwa terdakwa Akbar secara sadar melakukan pembunuhan dan tidak ada hal yang meringankan. Menyatakan terdakwa Akbar secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan pembunuhan berencana dengan vonis pidana mati,” ucap Hakim Efrata.

Dalam putusannya, Efrata menggatakan perbuatan Akbar yang secara sadar merencanakan perampokan disertai pembunuhan dan buron selama kurang lebih satu tahun.

“Sebagaimana dakwaan sesuai pasal 340 juncto pasal 55 ayat 1 KUHP  dan pasal 365 ayat 2 ke-1, ke-2, KUHP, menyatakan terdakwa telah dengan sengaja merencanakan pembunuhan, dengan sengaja dan merampas hak milik orang lain,” jelas dia.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Purnama Sofyan mengungkapkan, vonis hukuman mati terhadap terdakwa Akbar ini berarti kasus pembunuhan terhadap Sofyan sudah tertutup.

Seperti diketahui, dalam kasus ini selain terdakwa Akbar, sebelumnya Majelis Hakim PN Palembang juga telah memvonis terhadap tiga rekan lainnya yakni Ridwan, Acun yang sudah di vonis hukuman mati dan satu pelaku lagi anak di bawah umur telah merampok dan membunuh korban Sofyan di pinggir jalan Simpang Bandara Palembang dengan pidana penjara selama 10 tahun.

Terungkapnya kasus ini, setelah istri korban yakni Fitriani (32), didampingi keluarganya, Selasa 30 Oktober 2018 melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Sumsel lantaran Sofyan tak kunjung pulang ke rumah. Laporan tersebut diterima pihak kepolisian dengan bukti laporan Nomor: LPB/862/X/2018/SPKT Polda Sumsel.

Menindaklanjuti laporan korban kemudian Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara membentuk tim untuk menyelidiki kasus tersebut. Hasilnya, Minggu 11 November 2018 sekitar pukul 20.30 WIB, salah satu pelaku yakni Ridwan berhasil ditangkap di kawasan Desa Sungai Lanang Kecamatan Rawas Ulu Muratara.

Usai ditangkapnya Ridwan lalu polisi melakukan pemeriksaan kepada tersangka, hingga akhirnya jenazah korban Sofyan ditemukan sudah menjadi tengkorak di kawasan Muratara.(dho/sumeks.co)