Impor Distop, Harga Naik

Menjelang akhir pekan kemarin, harga bawang putih di pasar baru merangkak naik. Kondisi ini dipicu stopnya impor bawang putih sementara dari Cina. Kendati demikian, stok bawang putih masih banyak. Foto: Mustofa/Oku Ekspres. (*)

OKU – Dampak penghentian sementara impor bawang putih dari Tiongkok dirasakan pedagang di Kabupaten OKU. Sejak empat hari terakhir, harga bumbu penyedap masakan itu merangkak naik.

“Memang harganya (bawang putih)  naik. Tapi persediaan bawang putih masih aman. Harga mulai naik sejak Sabtu kemarin,” ujar Suwardi, pedagang bawang di Pasar Baru, kemarin (10/2).

Kenaikan harga bawang putih, jelas warga kelurahan Talang Jawa ini, sampai Rp 20 ribu/kg. Sebelumnya, bawang putih dijual seharga Rp35 ribu/kg. “Sekarang jual Rp55 ribu/kg. Modal belinya sudah naik, jadi harga jual ikut naik,” katanya.

Ia mengatakan, jika stok bawang putih Tiongkok putus, masih bisa disuplai bawang putih lokal. Namun stok bawang putih lokal sangat terbatas. Padahal rasa bawang putih lokal lebih sedap dibanding bawang impor.

“Kalau pun ada stok bawang putih lokal hanya sampai di Lampung. Di sini (OKU) tidak kebagian,” sambungnya.