Sakit Kuning? Mari Kenali Hepatitis A!

Oleh dr. Marco Vidor (Direktur RS Santo Antonio Baturaja)

Beberapa bulan terakhir ada fenomena yang kita temui di OKU.  Yakni meningkatnya jumlah pasien dengan sakit kuning.  Dari hari ke hari jumlah pasien yang dirawat baik di RSUD Ibnu Sutowo, RS Dr.Noesmir, dan RS Santo Antonio mengalami peningkatan untuk itu perlu kita ketahui Apa sebenarnya sakit kuning itu? Mari kita simak.

“Dok, mata saya tiba-tiba berwarna kekuningan, air seni saya juga berubah warna seperti teh.” begitu kira-kira keluhan yang  paling banyak disampaikan setiap pasien saat datang  untuk berobat kepada kami.

Hampir semua pasien juga mengakui bahwa awalnya mereka merasakan mual hebat diikuti muntah, diare, dan sakit perut terutama di bagian kanan atas. Ciri-ciri di atas merupakan ciri orang yang mengalami infeksi hepatitis A.

Virus hepatitis A ditularkan melalui jalur fekal-oral, artinya mereka yang  tidak sengaja termakan makanan/minuman yang tercemar virus akan terinfeksi saat daya tahan tubuhnya lemah. Penyebarannya juga bisa melalui penderita yang kemudian tidak mencuci tangannya dengan bersih setelah buang air  besar akan mengkontaminasi makanan yang ia sentuh, sehingga orang lain yang  memakan nya akan ikut terinfeksi, beginilah cara virus ini ditularkan. Virus ini banyak didapatkan terutama pada makanan dan minuman yang tidak dimasak dengan matang/setengah matang.

Dibandingkan dengan virus-virus hepatitis lainnya (hepatitis B, C, D, E), sebenarnya virus hepatitis A ini menimbulkan gejala yang paling ringan, dan pada umumnya penderita akan sembuh total. Namun kita lebih rentan terkena infeksi ini karena penularannya yang kuga relatif mudah.  

Jarang sekali orang yang mendapatkan vaksinasi hepatitis A. Imunisasi dasar yang diwajibkan bagi bayi adalah vaksinasi hepatitis B, sedangkan vaksinasi hepatitis A tidak wajib dan juga sulit didapatkan, walaupun sebenarnya Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah mencantumkan jadwal imunisasi ini sebagai vaksinasi tambahan di usia 2 tahun.