Harumkan OKU di Global Goal Action Ambassador

Kim Dong Chan dari PBB menyerahkan sertifikat kepada Deonita Jurdjo (Indonesia) sebagai duta global goals untuk pembangunan berkelanjutan. Foto : ist. (*)

Kabupaten OKU patut bangga. Pasalnya Deonita Jurdjo mampu mengharumkan nama Kabupaten OKU setelah menjadi Global Goal Action Ambassador di Global Goals Summit 2020 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 23-25 Januari lalu.

Gadis 24 tahun yang sedang menempuh pendidikan S2 di London School of Public Relations Jakarta ini mengikuti pemilihan Global Goal Action Ambasssador. Ajang ini diikuti peserta dari 31 negara dari Asia Pasifik, Eropa, dan Afrika

Wanita yang disapa Deo mengaku tak menyangka essai yang ia kirim mengenai kualitas pendidikan dan sosial ternyata mengantarkan dirinya masuk enam besar Global Goal Action Ambassador di Global Goals Summit 2020.

“Pendidikan yang berkualitas juga bisa diterapkan secara online. Jadi kita bisa gunakan media online untuk mengembangkan kualitas pendidikan,” kata Deo. Ia mengaku tak mengira ia bakal mewakili Indonesia setelah bersaing dengan 1.000 peserta dari Indonesia.

Gadis kelahiran 1995 ini merupakan putri pasangan Djohan dan Jurnaningsih. Pada konferensi internasional para pemuda dari seluruh negara (International Youth Conference) ini membahas misi PBB untuk Pembangunan Berkelanjutan (sustainable development goals) untuk bumi dan dunia yang lebih baik.

“Para pemuda dari 31 negara ini menyumbangkan ide dan rencana setelah dilantik untuk mewujudkan 17 tujuan PBB di dunia nyata. terutama negara masing – masing,” kata wanita yang dilantik sebagai duta dari Indonesia.

Selama mengikuti konferensi tersebut, banyak sekali pengalaman yang ia peroleh. “Para peserta bisa meningkatkan kemampuan diri, bertukar ide, dan mendapat banyak pengalaman,” terang Deo.

Ia mengakui, ada pengalaman yang tidak bakal dilupakan ketika ia diberi kesempatan untuk menyanyikan lagu daerah. “Saya menyanyikan lagu Gending Sriwijaya dan memakai kain songket Palembang. Saat itu, saya juga mengenalkan budaya Sumatera Selatan di depan peserta dari 31 negara maupun tamu undangan yang hadir,” ungkapnya.

Lulusan S1 Sarjana Hubungan Internasional – Binus University Jakarta ini berharap, para pelajar di Kabupaten OKU untuk tidak malu dan takut saat mencoba. “Kita bisa mulai sesuatu dari hal kecil yaitu diri kita sendiri untuk menggapai impian,” katanya.

Sedangkan untuk pelajar dan mahasiswa di Kabupaten OKU, walaupun dari kota kecil, ia mengajak untuk percaya diri bahwa kualitas diri yang dimiliki sama dan bagus dengan kualitasi masyarakat kota.

“Karena pendidikan di kota Baturaja juga sudah maju. Semoga pendidikan di Kabupaten OKU juga semakin berkualitas,” papar yang yang gemar menyanyi dan menulis ini. Dalam waktu dekat, alumni SMA Xaverius Baturaja ini ingin membuat akun literasi pendidikan.  “Saya ingin berbagi informasi kepada siswa dan mahasiswa tentang pembangunan berkelanjutan, juga kunjungan ke sekolah – sekolah untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Jika saya pulang ke Baturaja, akan mengunjungi sekolah untuk melakukan kampanye lingkungan. Misalnya tidak membuang makanan,” harap Deo. (jr8)