BPBD: Banjir Mulai Surut

MULAI SURUT: Ketinggian air yang menggenangi desa Gunung Meraksa akhir pekan kemarin sudah mulai surut. foto : Herli Yansah /Oku ekspres (*)

OKU – Hujan deras yang mengguyur di beberapa wilayah di kecamatan Lubuk Batang pada akhir pekan kemarin membuat sungai Air Wal meluap hingga merendam pemukiman masyarakat.

Desa yang berada di tepi sungai Air Wal terendam hingga setinggi dada orang dewasa atau sekitar 1,5 meter. Akibatnya, 130 rumah warga terandam air. Beruntung, tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. “Hanya rumah yang terendam,” ujar Kepala BPBD OKU, Amzar Kristopa, melalui Pusdalops Gunalpi.

Meski tidak ada korban jiwa, namun aktifitas keseharian masyarakat di desa itu lumpuh total. Sebab, air keruh itu merendam infrastruktur dan perumahan. Sebagian masyarakat mengungsi ke kampung terdekat. Namun ada juga yang masih bertahan.

“Untuk saat ini personil Satgas Banjir Longsor (Bansor) menyiapkan perahu buat keperluan masyarakat di sana  beraktifitas, petugas tetap stanby sampai kondisi kembali normal, ” terangnya.

Pagi kemarin, Petugas BPBD OKU, Kodim 0403 OKU, Polres OKU, Pemerintah kecamatan Lubuk Batang, dan pemerintah desa Gunung Meraksa memantau lokasi banjir.

Selama banjir merendam ratusan rumah, BPBD OKU tidak membangun posko pengungsian. Sementara untuk kebutuhan makan, dijelaskan Gun, warga masih bisa memasak sendiri karena hanya aktifitas di luar rumah yang terganggu banjir.

“Bantuan logistik belum ada. Karena stok di BPBD masih kurang kalau dibagikan ke seluruh korban banjir, ” jelasnya. Karena kekurangan stok, BPBD OKU mengajukan permohonan bantuan tambahan logistik ke BPBD Sumatera Selatan yang meninjau lokasi banjir di Gunung Meraksa pada 8 Februari lalu.

“Kalau bantuan tambahan logistik datang dari BPBD Sumsel, baru dibagikan ke masyarakat. Kalau dibagi sekarang, khawatir bantuan tersebut tak bisa disebar secara merata,” sebutnya.