Apel Siaga Antisipasi Bencana

Bupati OKU Timur, Dandim, dan Kapolres OKU Timur menggelar apel kesiapsiagaan bencana alam di alaman Mapolres OKU Timur. Foto: ist. (*)

OKU TIMUR – Bupati OKU Timur bersama Dandim 0403/ OKU Letkol Arm Agung Widodo S.Sos dan Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya S.IK menggelar apel siaga bencana dalam rangka penanggulangan bencana di Kabupaten OKU Timur. Apel ini digelar di halaman Mapolres OKU Timur beberapa waktu lalu.

Apel dipimpin oleh Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya dan dihadiri oleh TNI AD dari Kodim 0403/OKU, Sat Brimobda Den C Belitang, Basarnas OKU Timur, Senkom, Dinkes BPBD dan Dinsos.

Dalam apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam, Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya SH Sik mengungkapkan ada 14 desa rawan bencana alam. Seperti banjir, tanah longsor dan angin puting beliung.

14 desa tersebut adalah rawan banjir Desa Margorejo, Taman Harjo, Sriwangi Ulu, Desa Cahya Negeri, Desa Mangulak,Desa Harisan Jaya, Desa Betung, Desa Rasuan,Desa Muncak Kabau, Desa Tanjung Aman. Sedangkan rawan tanah longsor, Desa Negeri Ratu, Desa Mendah, Desa Negeri Pakuan. Sementara rawan angin puting Beliung Desa Tulang Bawang.

Bahkan untuk mengantisipasi terjadi bencana alam di Bumi Sebiduk Sehaluan, Polres OKU Timur bersama pihak terkait telah menyiapkan semua perlengkapan kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam.

“Kita sudah mengantisipasi dan menyiapkan berbagai perlangkapan diantaranya 5 tabung pemadam air ringan, 2 unit perahu karet, 48 jas hujan, 5 toa, 2 unit alat pemotong kayu, 5 police line, 10 helm dan pelampung, 16 kantong jenazah, 1 tandu, 1 gas oksigen, 6 unit tenda pleton, 10 valbed dan 1 unit mobil dapur umum,” katanya.

Dalam kesempatan apel siaga bencana tersebut, Kapolres OKU Timur juga mengeluarkan 6 poin instruksi yang ditekankan kepada seluruh peserta apel.

Pertama laksanakan tugas dengan penuh keikhlasan, sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab. Kedua, tingkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan diri maupun satuan dalam melaksanakan tugas. Sehingga mampu merespon secara cepat dan tepat setiap bentuk bencana yang terjadi di Kabupaten OKU Timur.

“Ketiga siapkan serta pelihara kondisi fisik dan mental untuk dapat senantiasa memberikan pelayanan prima kepada masyarakat kapanpun dan dimanapun. Keempat Persiapkan dengan baik seluruh peralatan, sarana dan prasarana yang akan digunakan untuk mendukung kelancaran dan keberhasilan dalam menghadapi bencana alam,” kata Erlin.

Poin kelima, kedepankan kerjasama yang sinergis dan harmonis dengan seluruh instansi terkait dan segenap elemen masyarakat dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Dan terakhir Senantiasa tetap terjaga keselamatan diri masing-masing di saat bertugas dan saling mengingatkan satu sama lain dalam hal kebaikan dan keselamatan selalu ingat bahwa keluarga anak dan istri menunggu kita kembali ke rumah dalam keadaan selamat dan sehat walafiat,” tegasnya.

BMKG memprediksi curah hujan meningkat terjadi pada Januari hingga Maret 2020, di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya OKU Timur dan perlu penanganan segera dari TNI Polri beserta stake holder, bersinergi untuk memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat untuk melaksanakan kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam.

Bupati OKU Timur Kholid Mawardi juga menghimbau masyarakat yang berada di sekitar sungai Komering dan daerah rawan banjir lainnya untuk bisa waspada dan segera melapor jika terjadi bencana alam.

“Segera laporkan jika terjadi bencana terutama kepada pihak kelurahan, atau desa kemudian kepolisian dan TNI agar bisa segera ditanggulangi,” ujar Kholid.

Sementara itu Dandim 0403/OKU Letkol Arm Agung Widodo S.Sos menambahkan, pihaknya juga telah menyampaikan imbauan kepada masyarakat melalui babinsa dan Koramil untuk mewaspadai bencana alam yang bisa saja terjadi pada musim hujan. Oleh karena itu, untuk kesiapsiagaan pihaknya menggelar apel penanggulangan bencana.

“Apel ini bertujuan dalam rangka menyamakan langkah serta menyatukan tekad saling bahu membahu dalam menanggulangi bencana akam yang bisa saja terjadi kapanpun dan dimanapun, meliputi banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan lain sebagainya,” ujar Agung.

Menurutnya, pemerintah daerah, TNI dan Polri harus mampu memberdayakan kekuatan personil sehingga dapat digerakkan pada situasi apapun dan mampu memberikan yang terbaik dalam penanggulangan bencana alam di OKU Timur. Dikatakan Agung, pada penanggulangan bencana alam ini diperlukan pemikiran yang matang sehingga stakeholder terkait dapat menentukan langkah-langkah yang jelas. Menurut Agung, ke depan diperlukan perhatian serta antisipasi bersama dalam menghadapi fenomena perubahan iklim cuaca ekstrim yang berpotensi terjadinya bencana alam. Seperti banjir, angin puting beliung, tanah longsor, jalan dan tanah amblas dan bencana alam lainnya. (apk)