11 Kecamatan Rawan Cuaca Ekstrim

11
Sejak beberapa hari terakhir, kota Baturaja tak lepas dari naungan awan hitam. Kondisi ini menjadi perhatian BPBD OKU. Bahkan, BPBD mengimbau masyarakat di 13 kecamatan untuk waspada terhadap perubahan cuaca. Foto : Mustofa/Oku Ekspres. (*)

OKU – Saat ini, hampir setiap hari hujan turun. Bahkan dalam sehari bisa terjadi beberapa kali. Kondisi tersebut sebenarnya terjadi sejak beberapa hari belakangan, khususnya setelah tahun baru 2021.

Cuaca yang dingin ini menjadi perhatian serius BPBD OKU. Khususnya, bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir dan tanah longsor. Berdasarkan perkiraan, cuaca di Kabupaten OKU masuk kategori ekstrim selama beberapa hari mendatang.

“Dari pantauan satelit, ada beberapa indikator yang terlihat. Yakni, adanya bibit siklon di perairan Samudera Hindia  dan beberapa belokan angin,” ujar Kepala BPBD OKU, Amzar Kristopa melalui Pusdalops BPBD OKU Gunalfi, kemarin (6/1).

Dua indikator tersebut diperkirakan dapat menyebabkan pertumbuhan awan hujan yang cukup ekstrim serta angin kencang. Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar selalu waspada.

“Terutama yang tinggal di wilayah rawan banjir, tanah longsor, sekitar sungai Ogan, dan angin kencang,” pesannya.

Selain mengingatkan masyarakat, pihaknya selalu memantau perkembangan cuaca melalui aplikasi BMKG, BNPB dan satelit luar negeri lainnya. “Hasil pantauan, kami sampaikan ke pihak terkait, termasuk media agar waspada terhadap perubahan cuaca,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, patroli juga dilakukan ke daerah rawan bencana. Serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi korban yang ditumbulkan bencana.

“Personil dan peralatan sudah disiagakan dalam rangka antisipasi menghadapi bencana banjir dan tanah longsor. Tapi semoga saja tidak terjadi bencana,” harapnya.

Beberapa kecamatan di Kabupaten OKU yang dinilai rawan banjir yakni Ulu Ogan, Muara Jaya, Semidang Aji, Baturaja Barat, Baturaja Timur, Lubuk Batang, Peninjauan, Kedaton Peninjauan Raya, Sosoh Buay Rayap, sepanjang daerah aliran sungai (DAS), dan Lengkiti.

Sementara kecamatan rawan longsor adalah Ulu Ogan, Muara Jaya, Pengandonan, dan DAS Ogan. “Sejauh ini kecamatan Lengkiti masih aman dari bencana tanah longsor,” imbuhnya.

Februari mendatang diprediksi menjadi puncak musim hujan. Namun, tak menutup kemungkinan, pada Maret musim hujan masih terjadi. “Hanya curah hujannya rendah, tidak tinggi seperti di bulan-bulan sebelumnya,” tandasnya. (stf)